Literasi Hukum - Sempadan pantai merupakan area yang sangat penting dalam menjaga ekosistem pesisir dan melindungi masyarakat dari ancaman abrasi. Namun, seringkali area ini terlupakan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia (2024), sekitar 70% dari garis pantai Indonesia mengalami abrasi, yang dapat mengancam keberadaan ekosistem dan kehidupan masyarakat pesisir. Dalam konteks ini, regulasi tanaman penahan abrasi menjadi sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan melindungi sumber daya alam yang ada.

Pengelolaan yang baik terhadap sempadan pantai tidak hanya melindungi ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tanaman penahan abrasi, seperti mangrove, memiliki kemampuan untuk mengurangi dampak gelombang laut dan memperkuat tanah di sekitar pantai. Data menunjukkan bahwa penanaman mangrove dapat mengurangi kecepatan gelombang hingga 70% (Nugroho, Setyandito, & Purwanto, 2020). Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memahami urgensi regulasi tanaman penahan abrasi sebagai langkah preventif dalam menghadapi ancaman abrasi.

Dalam tulisan ini, akan dibahas berbagai aspek terkait regulasi tanaman penahan abrasi, mulai dari definisi dan pentingnya sempadan pantai, hingga tantangan dan solusi yang dapat diterapkan. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai isu ini, diharapkan akan muncul kesadaran kolektif untuk menjaga dan melindungi sempadan pantai yang seringkali terlupakan.

Definisi Sempadan Pantai

Sempadan pantai adalah wilayah yang terletak di sepanjang garis pantai yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016, sempadan pantai ditetapkan sebagai area yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang dapat merusak lingkungan, seperti pembangunan infrastruktur berat. Sempadan ini berfungsi sebagai perlindungan bagi ekosistem pesisir dan sebagai buffer zone untuk mengurangi dampak dari aktivitas manusia.

Advertisement
Baca tanpa iklan.
Gabung Membership

Sempadan pantai juga berperan dalam menjaga keanekaragaman hayati. Hutan mangrove, misalnya, merupakan bagian integral dari sempadan pantai yang menyediakan habitat bagi berbagai spesies ikan dan burung. Data dari Badan Pusat Statistik (2024) menunjukkan bahwa luas hutan mangrove di Indonesia mencapai 3,5 juta hektar, yang berkontribusi besar terhadap kesehatan ekosistem pesisir. Keberadaan tanaman penahan abrasi di sempadan pantai juga membantu dalam memelihara kualitas air dan mengurangi pencemaran.

Namun, meskipun penting, sempadan pantai seringkali diabaikan dalam perencanaan tata ruang. Banyak daerah yang mengizinkan pembangunan di sempadan pantai, yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih baik mengenai definisi dan fungsi sempadan pantai perlu ditingkatkan agar pengelolaan wilayah pesisir dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pentingnya Regulasi Tanaman Penahan Abrasi

Regulasi tanaman penahan abrasi sangat penting dalam konteks pengelolaan sempadan pantai. Tanaman penahan abrasi, seperti mangrove, memiliki kemampuan alami untuk melindungi pantai dari erosi dan abrasi. Menurut Harahab (2010), penanaman mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi, tetapi juga sebagai penyerap karbon yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan demikian, regulasi yang jelas terkait penanaman dan pemeliharaan tanaman ini sangat diperlukan.

Advertisement
Baca tanpa iklan.
Gabung Membership

Data menunjukkan bahwa daerah yang memiliki hutan mangrove yang sehat dapat mengurangi risiko bencana alam, seperti tsunami dan banjir. Sebuah studi oleh Alansori, Nurman, dan Syahputra (2022) di Pantai Ketapang menunjukkan bahwa penanaman mangrove dapat mengurangi dampak abrasi hingga 60% dalam waktu satu tahun. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi yang mendukung penanaman tanaman penahan abrasi dapat memberikan perlindungan yang signifikan bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, regulasi juga diperlukan untuk mencegah eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya pesisir. Banyak daerah yang mengalami penurunan populasi mangrove akibat penebangan liar dan konversi lahan untuk kepentingan pembangunan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mengimplementasikan regulasi yang ketat mengenai penggunaan lahan di sempadan pantai, serta memberikan insentif bagi masyarakat untuk terlibat dalam penanaman dan pemeliharaan tanaman penahan abrasi.