JAKARTA, LITERASIHUKUM.COM — Proses suksesi kepemimpinan tertinggi di Iran disebut telah mencapai tahap akhir. Sejumlah anggota Majelis Ahli Iran menyatakan bahwa pemungutan suara untuk menentukan pengganti Ayatollah Ali Khamenei telah selesai dan seorang pemimpin baru sudah dipilih. Namun hingga Minggu, 8 Maret 2026, nama tokoh yang terpilih itu belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Pernyataan tersebut antara lain disampaikan anggota Majelis Ahli Ahmad Alamolhoda, yang menyebut proses pemilihan telah berlangsung dan keputusan sudah diambil. Keterangan senada juga datang dari anggota lain, Mohammad Mehdi Mirbaqeri, yang mengatakan pandangan mayoritas di dalam majelis telah tercapai. Dengan demikian, untuk saat ini yang sudah dapat dipastikan adalah keputusan internal telah diambil, tetapi identitas pemimpin tertinggi baru Iran masih menunggu pengumuman dari sekretariat lembaga tersebut.
Nama Pengganti Masih Dirahasiakan, Mojtaba Khamenei Tetap Jadi Sorotan
Meski nama resmi belum diumumkan, spekulasi publik dan media internasional masih mengarah pada Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei. Beberapa laporan menyebut Mojtaba memang lama dipandang sebagai salah satu kandidat kuat karena pengaruhnya di kalangan elite ulama dan jaringan kekuasaan Iran, termasuk kedekatannya dengan unsur-unsur penting di lingkaran keamanan negara. Namun sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa dialah sosok yang benar-benar dipilih.
Isu mengenai sosok penerus ini juga dikaitkan dengan pernyataan beberapa pejabat Iran yang menyebut bahwa pihak luar, khususnya Amerika Serikat, pernah menyinggung nama calon yang kini disebut terpilih. Klaim ini sejalan dengan laporan bahwa Donald Trump sebelumnya pernah menyebut Mojtaba Khamenei dalam komentarnya mengenai suksesi di Iran, bahkan menolaknya sebagai figur yang dianggap dapat membawa penyelesaian konflik. Karena itu, ketika muncul pernyataan bahwa nama pemimpin baru “pernah disebut” oleh pihak yang mereka juluki sebagai “Setan Besar”, banyak pengamat langsung mengaitkannya dengan Mojtaba. Meski begitu, hubungan ini masih berada pada level indikasi dan spekulasi, bukan pengumuman resmi.
Tulis komentar