KUWAIT, Literasi Hukum Jumlah tentara Amerika Serikat (AS) yang tewas akibat serangan rudal Iran di Kuwait bertambah menjadi enam orang, sebagaimana diumumkan United States Central Command (CENTCOM) pada Senin (2/3/2026) sore. Perkembangan ini menandai korban jiwa militer AS pertama yang dikonfirmasi sejak eskalasi konflik AS–Iran yang memanas dalam beberapa hari terakhir.

Serangan Menarget Pusat Operasi Darurat di Pelabuhan Shuaiba

Mengutip laporan CNN (dirujuk dalam pemberitaan), serangan rudal tersebut menargetkan pusat operasi darurat di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, pada Minggu (28/2) pagi waktu setempat. Shuaiba diketahui merupakan pelabuhan utama di wilayah selatan Kuwait dan berada dalam koridor strategis logistik kawasan Teluk.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dikabarkan mengonfirmasi bahwa rudal menghantam “pusat operasi taktis yang diperkuat” dan menyebut ada satu proyektil yang berhasil menembus sistem pertahanan udara.

Prajurit Bertugas di Komando Logistik 1st TSC, Berbasis di Kuwait

Para prajurit yang tewas disebut bertugas di 1st Theater Sustainment Command (1st TSC), satuan logistik Angkatan Darat AS yang berbasis di Fort Knox, Kentucky. Komando operasional unit ini berada di Camp Arifjan, Kuwait, dan bertugas mengawasi dukungan logistik bagi pasukan gabungan di wilayah operasi CENTCOM.

Hingga saat ini, militer AS belum merilis identitas keenam prajurit tersebut karena proses pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung.

Konteks Eskalasi: Serangan Balasan Iran di Kawasan Teluk

Serangan di Kuwait terjadi di tengah eskalasi serangan dan serangan balasan di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa laporan internasional, wilayah Teluk mengalami peningkatan ancaman misil dan drone, serta insiden keamanan yang berdampak pada operasi militer dan aktivitas sipil.

Berita ini merupakan hasil sintesis informasi dari sejumlah sumber kredibel untuk menghadirkan laporan yang terverifikasi, utuh, dan berimbang kepada pembaca.