Cara menerapkannya, gimana ya?
Mari kita contohnya pada suatu keadaan. Pernah tidak kamu kalah dalam suatu perlombaan? Nah, perlunya menerapkan dikotomi kendali atas situasi tersebut dapat mengurangi kesedihan dan kekecewaan terhadap diri sendiri. Sejatinya, “orang yang menang akan merayakan, kalah akan menjelaskan.” Simpelnya, kekalahan tak semudah itu diterima oleh sebagian orang. Acap kali, mereka akan menjelaskan alasan kekalahan dengan mulai mencari celah untuk menyalahkan orang lain, seperti wasit dan juri. Daripada menyibukkan diri dengan hal itu, ada baiknya memikirkan hal yang bisa kendalikan saja dengan berlatih lebih baik lagi di pertandingan berikutnya serta menerima hasil hari ini dengan lapang dada. Sebab, penilaian juri, hasil akhir, bahkan cuaca saat pertandingan, termasuk komponen yang tidak bisa kita kendalikan!
Dengan mempelajari dan mengamalkan prinsip dikotomi kendali ini, kamu bisa mendapatkan beberapa manfaat di antaranya:
Bersikap tenang di segala situasi
Jika kamu ingin kesal dan marah terhadap suatu kejadian, kamu akan ingat kalau ini hanyalah bagian dari dinamika hidup yang tidak bisa kamu atur. Nah, stoik mengajarkan kita harus tenang di segala situasi. Bersikap tenang bukan berarti kita mengalah, justru terlihat berwibawa karena dapat mengontrol emosi dengan baik. Menganggap bahwa hal yang terjadi adalah hukum alam yang tidak dapat kita kendalikan, seperti gagal dalam perlombaan walaupun sudah berusaha maksimal.
Tulis komentar