Penutup

Tak ada yang sempurna di dunia ini, bahkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap sebagai sistem terbaik memiliki kekurangan sehingga dibenci oleh seorang filsuf terkenal. Dalam sistem demokrasi, keputusan politik sebagian besar ditentukan oleh rakyat yang memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan politik. Plato berpandangan bahwa orang yang kurang atau bahkan tidak mendapatkan pendidikan atau tidak memahami politik tidak dapat membuat keputusan yang bijaksana. Hal tersebut membuat Plato menegaskan kembali akan pentingnya pendidikan politik yang memadai. 

Jika kita berkaca pada negara kita tercinta yang dimana tingkat pendidikan dan minat literasi masih tergolong rendah, maka hal itu akan membuat kita setuju terhadap pandangan Plato. 

Melihat kondisi negara kita saat ini, membuat kita menyadari bahwa kecacatan demokrasi telah menggerogoti berbagai sektor mulai dari bawah hingga atas. Mulai dari para rakyat yang telah menjadi pemilih tetap yang dimana masih banyak yang belum paham akan politik dan dampaknya hingga para politisi yang senang memanfaatkan kebodohan rakyatnya untuk mendapatkan suara dengan menghalalkan segala cara yang haram.

Saya rasa kritik Plato atas sistem demokrasi saat itu masih relevan dengan kondisi yang terjadi di negara kita, segala bentuk kekurangan dari sistem demokrasi dimanfaatkan oleh para politisi untuk melakukan kecurangan demi mendapatkan kekuasaan. Penting bagi pemerintah untuk mengatasi hal ini dengan memperhatikan pendidikan dan ekonomi masyarakat serta membuat regulasi hukum yang kuat jika memang pemerintah yang isinya para politisi tak takut kehilangan kekuasaan demi menyelamatkan demokrasi bangsa.