Alegori Kapal
Setiap warga negara yang tinggal dalam sebuah negara penganut demokrasi memiliki hak yang sama untuk terlibat dalam proses politik yang terjadi di negaranya. Tentu saja persamaan hak ini mencakup semua warga negara baik kaum terdidik maupun kaum dengan pendidikan rendah.
Plato yang merupakan seorang filsuf terkenal yang pesimis terhadap demokrasi mengajak kita untuk berfikir dalam sebuah alegorinya yaitu ketika terdapat sebuah kapal yang diisi oleh orang-orang bodoh yang tidak memiliki pengetahuan tentang arah tujuan dan cara mengendalikan kapal, yang mereka ketahui hanyalah bagaimana bisa bersenang-senang di dalam kapal dengan persediaan yang ada tanpa mempertimbangkan kondisi kedepannya. Akan tetapi, di dalam kapal tersebut juga terdapat satu orang yang paham navigasi kapal dengan sangat baik, tentu saja orang tersebut akan diabaikan dan ditentang oleh orang-orang bodoh yang berada bersama dia.
Alegori ini digunakan oleh Plato yang ditujukan sebagai kritik atas kondisi sosial dan politik yang terjadi di zamannya. Saat itu Plato menilai bahwa orang-orang yang berkuasa hanya mengandalkan retorika yang mampu memanipulasi rakyat untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan mereka tanpa melihat kekurangan yang dimiliki seperti kebijaksanaan dan keadilan.
Saat itu ia juga menganggap bahwa akan sangat berbahaya apabila memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada orang-orang yang belum cukup memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan dalam urusan negara.
Komentar
0Bagikan perspektif Anda secara sopan, relevan, dan fokus pada isi artikel. Komentar tampil setelah moderasi.
Ikut berdiskusi
Tulis tanggapan yang jelas, sopan, dan tetap pada topik pembahasan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Komentar akan muncul setelah dimoderasi.