2. Masalah Transparansi dan Literasi Nasabah
Pernahkah Anda merasa bingung dengan istilah-istilah perbankan syariah? Anda tidak sendirian. Masalah transparansi dan pemahaman nasabah masih menjadi hambatan besar.
Studi lapangan menemukan banyak celah dalam praktik murabahah, seperti:
-
Pelanggaran prinsip kepemilikan (ownership).
-
Kurangnya transparansi dalam penetapan margin.
-
Minimnya literasi, baik di kalangan nasabah maupun staf bank sendiri.
Akibatnya, banyak nasabah tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan akad jual-beli, bukan sekadar mengambil kredit. Karena penjelasan yang minim dan istilah teknis yang rumit, akad syariah sering kali berakhir menjadi formalitas belaka, bukan komitmen nilai.
3. Pengawasan dan Regulasi: Formalitas vs Implementasi
Secara teori, bank syariah diawasi ketat oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan kepatuhan terhadap maqâṣid al-syarī’ah (tujuan syariah). Namun, realitasnya sering berbeda.
Beberapa studi menunjukkan tantangan dalam tata kelola (governance):
-
Produk Minim Risiko: Bank lebih memilih produk murabahah karena lebih aman secara bisnis.
-
Pengawasan Administratif: DPS sering kali lebih fokus mengecek kelengkapan dokumen daripada memantau praktik harian di lapangan.
-
Celah Regulasi: Bank bisa saja mematuhi aturan secara legal formal, namun mengabaikan semangat syariah demi mengejar profit.
4. Orientasi Profit: Main Aman Daripada Main Adil
Tidak bisa dipungkiri, bank syariah adalah lembaga bisnis yang butuh profit untuk bertahan. Namun dalam Islam, profit hanyalah alat, bukan tujuan akhir.
Sayangnya, data OJK menunjukkan bahwa sektor konsumsi (pembiayaan rumah, kendaraan) menyumbang porsi terbesar dalam pembiayaan syariah. Sebaliknya, pembiayaan produktif untuk UMKM atau usaha nyata—yang lebih berdampak pada ekonomi umat—porsinya relatif kecil.
Ini membuktikan bahwa bank syariah cenderung memilih model bisnis yang aman, terprediksi, dan menguntungkan, mirip dengan logika bank konvensional.
Komentar
0Bagikan perspektif Anda secara sopan, relevan, dan fokus pada isi artikel. Komentar tampil setelah moderasi.
Ikut berdiskusi
Tulis tanggapan yang jelas, sopan, dan tetap pada topik pembahasan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Komentar akan muncul setelah dimoderasi.