Due Process of Law dan Sejarah Lahirnya Miranda Rules
Di negara yang menjujung tinggi due process of law, sangat mengutamakan perlindungan terhadap setiap individu dari tindakan sewenang-wenang aparat, misalnya di Amerika Serikat seorang tersangka yang ketika ditangkap tidak disebutkan hak-haknya oleh penyidik dapat mengakibatkan gugurnya status tersangka yang mana hal tersebut dikenal dengan istilah Miranda Rules atau The Four Miranda Warnings yang berbunyi:
“You have the right to remain silent. Anything you say can be used against you in a court of law. You have the right to speak to an attorney and to have an attorney present during any questioning. If you cannot afford a lawyer, one will be provide for you at government expense”
Lahirnya Miranda Rule yang saat ini digunakan sebagai upaya untuk menjamin hak-hak seseorang yang diduga melakukan tindak pidana agar tidak mendapatkan perlakuan sewenang-wenang dari aparat berawal dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1963 di Arizona, Amerika Serikat.
Saat itu seorang pemuda bernama Ernesto Miranda ditangkap polisi atas tuduhan penculikan dan pemerkosaan terhadap seorang perempuan berusia 18 tahun, atas penangkapan tersebut, Ernesto Miranda pun dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi yang berlangsung selama dua jam.
Setelah itu, Ernesto menandatangani surat pengakuan yang menyatakan bahwa ia melakukan penculikan dan pemerkosaan terhadap perempuan yang dimaksud, tetapi sebelum menandatangani surat itu ternyata Ernesto tidak diberikan hak untuk diam dan hak mendapatkan pengacara untuk mendampinginya selama pemeriksaan oleh penyidik. Kemudian, surat pengakuan tersebut pun dihadirkan di persidangan dan digunakan sebagai salah satu alat bukti, atas dasar hal tersebut Ernesto dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.
Namun, Ernesto Miranda mengajukan keberatan atas vonis tersebut ke Supreme Court Amerika dengan mempertimbangkan tiga kasus lain yang serupa dan keberatan yang diajukan tersebut pun dikabulkan oleh Supreme Court dengan dasar pengakuan tertulis yang dibuat oleh Miranda tidak sah karena sebelumnya Ernesto Miranda tidak diberikan hak-hak nya sebagai tersangka.
Meskipun demikian, hal itu tidak serta merta membebaskan Miranda, hanya menangguhkan hukumannya saja. Berdasarkan putusan Supreme Court Amerika Serikat tahun 1966 itu lah yang menyatakan bahwa pengakuan Miranda tidak sah, maka sejak saat itu pula hak-hak tersangka mulai diperhatikan secara serius dan peristiwa itu lah awal mula munculnya istilah Miranda Rules.
Tulis komentar