Premanisme Berkedok Ormas !!

Sudah banyaknya kasus yang dibuat oleh para yang sering disebut oknum Ormas tersebut, walau kenyataanya lebih dari perkataan oknum yang telah melakukan tindakan yang meresahkan seperti yang sudah disebutkan tadi. Tak hanya dengan masyarakat, sejumlah ormas sering kali berkelahi dengan sesama ormas untuk memperebutkan pengelolaan limbah industri serta memperebutkan lahan parkir. Mereka juga tidak segan untuk berunjuk rasa di depan pabrik dengan menggunakan dalih kepentingan bersama yang tentu saja kita semua tahu itu demi kepentingan pribadi mereka, yang tentu saja itu semua demi uang saja padahal kita tau bahwa Pengusaha tidak perlu memberikan ormas uang karena tidak ada korelasinya dengan pergerakkan ekonomi perusahaan. Tidak hanya melakukan kekerasan dan pemalakan saja, ormas sering kali berada pada posisi tawar menawar yang bisa mengendalikan perusahaan, seperti mereka bisa mengatur calon pekerja yang akan bekerja di perusahaan dengan imbalan uang. Di lain sisi, dua minggu sebelum hari Raya Idulfitri sejumlah ormas melakukan tindakan yang semakin menjadi-jadi meminta uang Tunjangan Hari Raya (THR) ke perusahaan, yayasan, dll.[3] Padahal kenyataanya banyak pelaku usaha yang mengalami arus kas negatif tetapi mereka semua tidak perduli akan hal tersebut, mereka tetep kekeh melakukan pemalakan THR. Salah satunya ormas yang berada di Bekasi yang berinisial S memaksa sebuah perusahaan di daerah Cikiwul, Bantargebang, kota Bekasi. Ormas tersebut menyebarkan puluhan proposal dengan dalih untuk program bagi-bagi takjil dan buka bersama. Di perusahaan tersebut pria gondrong juga menyebut dirinya seoran ‘jagoan cikiwul’ saat diberi uang Rp20 ribu dan mengancam akan menutup jalan. Sungguh hal tersebut tidak mencerminkan eksistensi dari ORMAS yang sesungguhnya.