MPR Minta Maaf dan Nonaktifkan Juri serta MC
Setelah polemik meluas, MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat. MPR juga menyatakan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda harus menjunjung sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.
Sebagai langkah awal, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas dalam kegiatan tersebut. MPR juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba.
Final LCC Kalbar Diputuskan Diulang
Perkembangan terbaru, MPR RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan bahwa lomba ulang akan melibatkan juri independen, termasuk dari kalangan akademisi, dan tidak lagi menggunakan juri dari unsur internal MPR sebagaimana lomba sebelumnya.
Muzani juga menyebut pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba ulang tersebut. Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menjelaskan bahwa dewan juri lama telah dinonaktifkan dari kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026 sebagai sanksi atas polemik kesalahan penilaian di babak final Kalbar.
Namun, SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat apabila final LCC tersebut diulang. Pihak sekolah menyampaikan bahwa sejak awal mereka tidak bermaksud menganulir hasil perlombaan, melainkan meminta klarifikasi atas proses penilaian yang dipersoalkan. SMAN 1 Pontianak juga menyatakan menghormati hasil lomba dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Komentar
0Bagikan perspektif Anda secara sopan, relevan, dan fokus pada isi artikel. Komentar tampil setelah moderasi.
Ikut berdiskusi
Tulis tanggapan yang jelas, sopan, dan tetap pada topik pembahasan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Komentar akan muncul setelah dimoderasi.