Opini

Jual Beli Artikel Akademis: Tugas Akhir Tingkat Dewa atau Scam Akademis?

Adam Ilyas
375
×

Jual Beli Artikel Akademis: Tugas Akhir Tingkat Dewa atau Scam Akademis?

Sebarkan artikel ini
Jual Beli Artikel Akademis Skripsi Tingkat Dewa atau Scam Akademis
Ilustrasi Gambar oleh Redaksi / Sumber: DALLE
Advertisements

Literasi Hukum – Artikel ini membahas tentang fenomena jual beli artikel akademis di dunia perkuliahan dan dosen. Artikel ini mengangkat isu tentang dampak negatif dari praktik ini dan memberikan solusi untuk menuju dunia akademik yang sehat.

Fenomena Akademis Era Kini

Halo, Sobat Literasi! Pernah dengar fenomena jual beli artikel akademis? Katanya sih, ini udah jadi hal yang lumrah di dunia perkuliahan dan dosen. Ya, ibarat sembako, artikel akademis pun sekarang ada yang dijual beli.

Di satu sisi, para dosen yang dikejar deadline jabatan fungsional mungkin tergoda untuk membeli artikel biar cepet dapet angka kredit. Di sisi lain, mahasiswa yang males ngerjain skripsi juga bisa nemu jalan pintas buat dapet gelar sarjana.

Tapi, Sobat Literasi, apakah ini solusi yang tepat? Jual beli artikel akademis bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, bisa membantu dosen dan mahasiswa yang terdesak. Tapi di sisi lain, ini jelas mencederai nilai-nilai akademik dan moral.

Jual Beli Artikel Akademis Skripsi Tingkat Dewa atau Scam Akademis
Ilustrasi Gambar oleh Redaksi / Sumber: DALLE

Dampak Buruk Jual Beli Artikel Akademis

Bayangkan, Sobat Literasi, gimana jadinya kalau dosen dan mahasiswa gak punya kemampuan bikin artikel sendiri? Gimana nasib masa depan pendidikan kita kalau generasi mudanya terbiasa mengambil jalan pintas?

Lagipula, apa gunanya gelar sarjana kalau didapat dengan cara yang curang? Bukankah ilmu pengetahuan yang kita dapatkan jauh lebih berharga daripada selembar kertas ijazah?

Memang sih, tuntutan akademik kadang bikin stres. Tapi, Sobat Literasi, yakin deh, prosesnya itu yang bikin ilmu yang kita pelajari jadi lebih bermakna. Bayangkan betapa bangganya diri kita ketika berhasil menyelesaikan skripsi atau penelitian dengan usaha sendiri.

Jual Beli Artikel Akademis Skripsi Tingkat Dewa atau Scam Akademis
Ilustrasi Gambar oleh Redaksi / Sumber: DALLE

Solusi Menuju Dunia Akademis yang sehat

Buat para dosen, instead of buying articles, mending fokuslah membimbing mahasiswanya dengan baik. Berikan mereka arahan dan motivasi agar mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan mandiri.

Buat para mahasiswa, daripada beli skripsi, mending manfaatkan waktu dan tenagamu untuk belajar dan berkarya. Ingat, Sobat Literasi, ilmu yang kamu dapatkan jauh lebih berharga daripada gelar sarjana yang instan.

Advertisements
Jual Beli Artikel Akademis: Skripsi Tingkat Dewa atau Scam Akademis?
Ilustrasi Gambar oleh Redaksi / Sumber: DALLE

Aspek Hukum Jual Beli Artikel Akademis

Perlu diingat, Sobat Literasi, bahwa jual beli artikel akademis bukan hanya melanggar kode etik akademik, tapi juga bisa berimplikasi hukum.

Pasal 25 ayat (2) Jo. Pasal 70 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur tentang pelanggaran hak cipta. Penjualan artikel akademis yang merupakan karya cipta orang lain tanpa izin bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta dan dapat dipidana.

Selain itu, Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur tentang penipuan. Penggunaan artikel akademis yang dibeli untuk mendapatkan gelar sarjana atau jabatan fungsional bisa dikategorikan sebagai penipuan.

Yuk, Sobat Literasi, kita jaga martabat dunia akademik dengan menjauhi praktek jual beli artikel. Mari kita ciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berintegritas!

Bonus: Buat para dosen dan mahasiswa yang masih tergoda dengan jalan pintas, coba deh renungkan kalimat ini: “Lebih baik terlambat daripada salah jalan.”

Itulah artikel mengenai “Jual Beli Artikel Akademis: Skripsi Tingkat Dewa atau Scam Akademis?”.

Kunjungi laman Literasi Hukum Indonesia dan follow Instagram @literasihukumcom untuk upgrade pengetahuan hukum yang lebih baik!

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.