Rupiah Digital vs. Cryptocurrency: Arah Mata Uang Digital di Indonesia
Tulisan ini membahas perkembangan regulasi teknologi blockchain di Indonesia, khususnya terkait Rupiah Digital dan aset kripto.
Daftar Isi
Bagian 2/3: Pembahasan
[6]Berdasarkan penelitian Heitmann dkk., peluncuran CBDC secara signifikan meningkatkan stabilitas keuangan bank di negara berkembang melalui peningkatan inklusi keuangan dan efisiensi sistem pembayaran.[7]Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif mengembangkan CBDC melalui inisiatif Bank Indonesia bertajuk Proyek Garuda: Menavigasi ArsitekturRupiah Digital. Proyek ini dirancang untuk mengeksplorasi penerbitan Rupiah Digital dengan pendekatan berbasisDistributed Ledger Technology(DLT) dan infrastruktur tersentralisasi.[8]Di Indonesia, Bank Indonesia mengembangkan inisiatif Proyek Garuda untuk mengeksplorasi penerbitan Rupiah Digital berbasis Distributed Ledger Technology (DLT) dan sistem terpusat. Laporan Proof of Concept (PoC) terbaru menunjukkan bahwa penggunaan DLT dinilai layak dan aman dalam pengembangan Rupiah Digital, menjadikan Proyek Garuda sebagai langkah awal penting menuju sistem keuangan yang modern dan inklusif.[9]
Dukungan
• Literasi Hukum Indonesia
Baca lebih nyaman, sekaligus dukung literasi.
Gabung Membership atau kirim artikel Anda untuk dipublikasikan.
Membership
Baca tanpa iklan, lebih fokus, dan akses fitur premium.
Kirim Artikel
Kirim tulisan Anda—kami kurasi dan bantu publikasi. Jika tayang, Anda berkesempatan memperoleh poin/payout sesuai ketentuan.
Tulis komentar