Selain itu, tim juga melakukan wawancara dengan pihak pengasuh panti untuk mendapatkan perspektif lebih luas mengenai perilaku dan keseharian anak asuh di lingkungan panti. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh pihak pengasuh, remaja panti cenderung masih terlibat dalam bentuk kenakalan ringan, seperti berbohong, berkelahi, malas belajar, serta terkadang malas menjalankan ibadah tepat waktu. Kemudian pihak pengasuh tidak melakukan pengawasan yang mendalam terkait perkembangan diri anak asuh, seperti meninjau aktivitas anak dalam bermain handphone. Menurut opini tim, hal ini merupakan ruang yang apabila tidak diisi dengan kegiatan positif, akan menimbulkan dampak buruk.

Yang menarik perhatian tim kami dalam penelitian ini adalah kondisi di Panti Asuhan Zending Kota Medan, di mana panti tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek pemberdayaan anak asuh, kesenjangan dalam berbagai aspek, baik dari segi fasilitas, pendidikan, maupun kesempatan yang dimiliki anak-anak panti dibandingkan dengan anak-anak di luar panti yang menjadi salah satu tantangan untuk perlu diperhatikan. Juga tak kalah penting, kondisi perekonomian panti yang belum optimal, dimana panti masih menghadapi keterbatasan dalam pendanaan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.

Oleh karena itu, untuk hasil observasi sementara ini tim kami berharap dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan pada panti asuhan, yang dimana inovasi tersebut dapat dituangkan pada Kompetisi PKM Nasional 2025.