Pemimpin dibuat, bukan dilahirkan

Sesungguhnya, bukanlah kesalahan Gibran, Mbak Tutut, Megawati, atau AHY terlahir dari rahim seorang istri presiden. Tidak seorang pun dapat memilih dari rahim siapa ia dilahirkan. Mengutip tulisan Mohamad Sobary di media sosial, terdapat pepatah lama yang berbunyi, “Bukan salah bunda mengandung.” Pepatah ini mengingatkan bahwa keberhasilan maupun kegagalan seseorang sejatinya adalah buah dari usahanya sendiri. Jika suratan hidupmu baik, itu adalah hasil kerja kerasmu. Jika sebaliknya, “buruk suratan tangan sendiri”.

Pepatah tersebut mengandung renungan mendalam, menjadi semacam “cermin benggala” bagi setiap orang untuk bercermin dan mengolah hidupnya sendiri. Sejalan dengan itu, terdapat ungkapan populer: leaders are made, not born—pemimpin dibuat, bukan dilahirkan.

Dengan kata lain, menjadi pemimpin adalah proses yang dapat ditempuh oleh siapa pun melalui pendidikan, pelatihan, keterampilan, pengalaman, profesionalisme, dan kerja keras. Kepemimpinan tidak serta-merta hadir hanya karena seseorang dilahirkan dari keluarga penguasa. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa terlahir dari keluarga pejabat kerap memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh mereka yang berasal dari keluarga biasa.

Sumber kepustakaan

  1. Literasihukum.com
  2. Wikipedia
  3. Berbagai media sosial dan media daring