Literasi Hukum - Perkembangan transformasi teknologi di Indonesia masihlah menyisakan hambatan yang ekstra. Kejadian seperti pencurian data nasional dibawah pengawasan Kominfo, maraknya judi online, maupun industri otomotif nasional seperti mobil SMK yang tidak memiliki skala produksi yang layak dan hanya untuk pajangan. Beberapa contoh kasus tersebut sebenarnya hanyalah permasalahan permukaan dalam fenomena gunung es dimana permasalahan kultural dan struktural terjadi dalam skala nasional. Sehingga, fokus pada tulisan kali ini akan membahas tentang visi pemerintah, keadaan pasar nasional, dan perkembangan regulasi dalam mengatur transfer dan alih teknologi.
Visi Indonesia Emas tahun 2045
Dimulai dari mengulas visi pemerintah dalam mentransformasi teknologi nasional. Buknlah hal unik bagi setiap negara berkembang ingin untuk mengejar ketertinggalan kompetitif produksinya di pasar internasional yang sangat dipengaruhi oleh teknologi. Jika melihat peringkat ekonomi Indonesia pada 16 di dunia dan sedang mengalami bonus demografi. Pada dasarnya potensi tersebut sangat mempengaruhi optimisme pemerintah dalam menentukan target capaian untuk Indonesia Emas tahun 2045. Namun semua itu kembali kepada kata ‘potensi’ yang sifatnya belum dapat dipastikan.
Rencana pengembangan teknologi yang melingkupi ruang investasi itu pun pada realitanya memiliki dua pandangan yaitu optimis dan pesimis. Pada pandangan optimis mengharapkan Indonesia tidak hanya menjadi negara pasar teknologi semata dalam jangka waktu 20 tahun mendatang. Namun, produksi Indonesia dapat bersaing minimal cukup kompetitif di pasar nasional maupun bersaing di pangsa regional seperti Asean. Sedangkan dalam pandangan pesimis, perkembangan teknologi di Indonesia pada dasarnya sangat lambat, atau memiliki PR(public relation/presepsi) yang rendah. Sedangkan penulis pun berpandangan bahwa rencana nasional itu perlu, namun apakah swasta lokal khususnya UMKM dapat bertransformasi secara mandiri tanpa keterlibatan pemerintah. Pada dasarnya semua masalah tersebut berpusat pada hambatan akar rumput yaitu budaya atau perilaku usaha di tingkat lokal.
Komentar
0Bagikan perspektif Anda secara sopan, relevan, dan fokus pada isi artikel. Komentar tampil setelah moderasi.
Ikut berdiskusi
Tulis tanggapan yang jelas, sopan, dan tetap pada topik pembahasan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Komentar akan muncul setelah dimoderasi.